Materi UKG GPO Kisi Kisi PPG - Kisi Kisi PPG BK

Kisi Kisi PPG BK

Diposting pada: 2018-05-06, oleh : Admin Soal, Kategori: Kisi Kisi PPG

KISI-KISI SOAL UJIAN PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI GURU (PPG)

Mapel / Keahlian : Bimbingan dan Konseling (Konselor)

No.

Kompetensi Inti

Kompetensi Mapel / Keahlian

Indikator Esensial

1.

Menguasai konsep dan praksis asesmen untuk memahami kondisi, kebutuhan, dan masalah konseli

Memilih teknik asesmen, sesuai dengan kebutuhan pelayanan bimbingan dan konseling

Guru BK atau konselor dapat menjelaskan berbagai teknik asesmen dalam pelayanan bimbingan dan konseling

2.

Menguasai konsep dan praksis asesmen untuk memahami kondisi, kebutuhan, dan masalah konseli

Memilih teknik asesmen, sesuai dengan kebutuhan pelayanan bimbingan dan konseling

Guru BK atau konselor dapat menetapkan teknik asesmen, sesuai dengan kebutuhan pelayanan bimbingan dan konseling

3.

Menguasai konsep dan praksis asesmen untuk memahami kondisi, kebutuhan, dan masalah konseli

Menyusun dan mengembangkan instrumen asesmen untuk keperluan bimbingan dan konseling

Guru BK atau konselor menguasai prosedur pengembangan intrumen assesmen untuk keperluan bimbingan dan konseling

4.

Menguasai konsep dan praksis asesmen untuk memahami kondisi, kebutuhan, dan masalah konseli

Menyusun dan mengembangkan instrumen asesmen untuk keperluan bimbingan dan konseling

Guru BK atau konselor dapat menyusun dan mengembangkan instrumen asesmen nontes untuk keperluan bimbingan dan konseling

5.

Menguasai konsep dan praksis asesmen untuk memahami kondisi, kebutuhan, dan masalah konseli

Mengadministrasikan asesmen untuk mengungkapkan masalah-masalah konseli.

Guru BK atau konselor dapat mengadministrasikan asesmen untuk mengungkapkan masalah-masalah konseli

6.

Menguasai konsep dan praksis asesmen untuk memahami kondisi, kebutuhan, dan masalah konseli

Memilih dan mengadministrasikan teknik asesmen pengungkapan kemampuan dasar dan kecenderungan pribadi konseli.

Guru BK atau konselor dapat memilih teknik asesmen pengungkapan kemampuan dasar dan kecenderungan pribadi konseli.

7.

Menguasai konsep dan praksis asesmen untuk memahami kondisi, kebutuhan, dan masalah konseli

Memilih dan mengadministrasikan teknik asesmen pengungkapan kemampuan dasar dan kecenderungan pribadi konseli.

Guru BK atau konselor dapat mengadministrasikteknik asesmen pengungkapan kemampuan dasar dan kecenderungan pribadi konseli.

8.

Menguasai konsep dan praksis asesmen untuk memahami kondisi, kebutuhan, dan masalah konseli

Memilih dan mengadministrasikan instrumen untuk mengungkapkan kondisi aktual konseli berkaitan dengan lingkungan

Guru BK atau konselor dapat memilih instrumen untuk mengungkapkan kondisi aktual konseli berkaitan dengan lingkungan

9.

Menguasai konsep dan praksis asesmen untuk memahami kondisi, kebutuhan, dan masalah konseli

Memilih dan mengadministrasikan instrumen untuk mengungkapkan kondisi aktual konseli berkaitan dengan lingkungan

Guru BK atau konselor dapat mengadministrasikan instrumen untuk mengungkapkan kondisi aktual konseli berkaitan dengan lingkungan

10.

Menguasai konsep dan praksis asesmen untuk memahami kondisi, kebutuhan, dan masalah konseli

Mengakses data dokumentasi tentang konseli dalam pelayanan bimbingan dan konseling

Guru BK atau konselor dapat mengakses data dokumentasi tentang konseli dalam pelayanan bimbingan dan konseling

11.

Menguasai konsep dan praksis asesmen untuk memahami kondisi, kebutuhan, dan masalah konseli

Menggunakan hasil asesmen dalam pelayanan bimbingan dan konseling dengan tepat

Guru BK atau konselor dapat Menghubungkan hasil asesmen pribadi konseli dengan

12.

Menguasai konsep dan praksis asesmen untuk memahami kondisi, kebutuhan, dan masalah konseli

Menggunakan hasil asesmen dalam pelayanan bimbingan dan konseling dengan tepat

Guru BK atau konselor dapat menghubungkan hasil asesmen lingkungan konseli dengan jenis layanan BK yang dibutuhkan

13.

Menguasai konsep dan praksis asesmen untuk memahami kondisi, kebutuhan, dan masalah konseli

Menampilkan tanggung jawab profesional dalam praktik asesmen

Guru BK atau konselor dapat menerapkan etika profesional dalam praktik asesmen

14.

Menguasai kerangka teoretik dan praksis bimbingan dan konseling

Mengaplikasikan hakikat pelayanan bimbingan dan konseling.

Guru BK atau konselor dapat mengaplikasikan hakikat pelayanan bimbingan dan konseling.

15.

Menguasai kerangka teoretik dan praksis bimbingan dan konseling

Mengaplikasikan arah profesi bimbingan dan konseling.

Guru BK atau konselor dapat mengaplikasikan arah kebijakan pengembangan profesi bimbingan dan konseling.

16.

Menguasai kerangka teoretik dan praksis bimbingan dan konseling

Mengaplikasikan dasar-dasar pelayanan bimbingan dan konseling.

Guru BK atau konselor dapat menerapkan dasar- dasar pelayanan bimbingan dan konseling.

17.

Menguasai kerangka teoretik dan praksis bimbingan dan konseling

Mengaplikasikan pelayanan bimbingan dan konseling sesuai kondisi dan tuntutan wilayah kerja

Guru BK atau konselor dapat menerapkan pelayanan bimbingan dan konseling sesuai kondisi dan tuntutan wilayah kerja.

18.

Menguasai kerangka teoretik dan praksis bimbingan dan konseling

Mengaplikasikan pendekatan/model/jenis pelayanan dan kegiatan pendukung bimbingan dan konseling.

Guru BK atau konselor dapat menetapkan penggunaan pendekatan, model dan teknik konseling dalam seting layanan individual dan kelompok.

19.

Menguasai kerangka teoretik dan praksis bimbingan dan konseling

Mengaplikasikan pendekatan/model/jenis pelayanan dan kegiatan pendukung bimbingan dan konseling.

Guru BK atau konselor dapat menerapkan pendekatan, model dan teknik konseling dalam seting layanan individual dan kelompok

20.

Menguasai kerangka teoretik dan praksis bimbingan dan konseling

Mengaplikasikan pendekatan/model/jenis pelayanan dan kegiatan pendukung bimbingan dan konseling.

Guru BK atau konselor dapat Menentukan metode layanan bimbingan klasikal dan bimbingan kelompok yang sesuai dengan tujuan layanan

21.

Menguasai kerangka teoretik dan praksis bimbingan dan konseling

Mengaplikasikan pendekatan/model/jenis pelayanan dan kegiatan pendukung bimbingan dan konseling.

Guru BK atau konselor menyusun materi layanan bimbingan klasikal dan bimbingan kelompok berbasis kebutuhan peserta didik

 

No.

Kompetensi Inti

Kompetensi Mapel / Keahlian

Indikator Esensial

22.

Menguasai kerangka teoretik dan praksis bimbingan dan konseling

Mengaplikasikan dalam praktik format pelayanan bimbingan dan konseling.

Guru BK atau konselor dapat menerapkan prinsip- prinsip bimbingan dan konseling dalam pelayanan klasikal atau kelompok

23.

Menguasai kerangka teoretik dan praksis bimbingan dan konseling

Mengaplikasikan dalam praktik format pelayanan bimbingan dan konseling.

Guru BK atau konselor dapat Menerapkan prinsip- prinsip bimbingan dan konseling dalam pelayanan konseling individu atau kelompok

24.

Merancang program Bimbingan dan Konseling

Menganalisis kebutuhan konseling

Guru BK atau konselor melakukan analisis kebutuhan konseli

25.

Merancang program Bimbingan dan Konseling

Menyusun program bimbingan dan konseling yang berkelanjutan berdasar kebutuhan peserta didik secara komprehensif dengan pendekatan perkembangan

Guru BK atau konselor dapat menyusun program bimbingan dan konseling berkelanjutan berdasar kebutuhan peserta didik secara komprehensif dengan pendekatan perkembangan

26.

Merancang program Bimbingan dan Konseling

Menyusun rencana pelaksanaan program bimbingan dan konseling

Guru BK atau konselor dapat menyusun rencana pelaksanaan program bimbingan dan konseling

27.

Merancang program Bimbingan dan Konseling

Merencanakan sarana dan biaya penyelenggaraan program bimbingan dan konseling

Guru BK atau konselor dapat merinci sarana penyelenggaraan program bimbingan dan konseling

28.

Merancang program Bimbingan dan Konseling

Merencanakan sarana dan biaya penyelenggaraan program bimbingan dan konseling

Guru BK atau konselor dapat merinci biaya penyelenggaraan program bimbingan dan konseling

29.

Mengimplementasikan program Bimbingan dan Konseling yang komprehensif

Melaksanakan program bimbingan dan konseling.

Guru BK atau konselor dapat menerapkan program dalam berbagai layanan bimbingan dan konseling.

30.

Mengimplementasikan program Bimbingan dan Konseling yang komprehensif

Melaksanakan pendekatan kolaboratif dalam pelayanan bimbingan dan konseling.

Guru BK atau konselor dapat menerapkan pendekatan kolaboratif dalam pelayanan bimbingan dan konseling.

31.

Mengimplementasikan program Bimbingan dan Konseling yang komprehensif

Memfasilitasi perkembangan akademik, karier, personal, dan sosial konseli

Guru BK atau konselor dapat mengembangkan materi, metode dan media pelayanan bidang akademik

32.

Mengimplementasikan program Bimbingan dan Konseling yang komprehensif

Memfasilitasi perkembangan akademik, karier, personal, dan sosial konseli

Guru BK atau konselor dapat mengembangkan materi, metode dan media pelayanan bidang karier

33.

Mengimplementasikan program Bimbingan dan Konseling yang komprehensif

Memfasilitasi perkembangan akademik, karier, personal, dan sosial konseli

Guru BK atau konselor dapat mengembangkan materi, metode dan media pelayanan bidang pribadi

34.

Mengimplementasikan program Bimbingan dan Konseling yang komprehensif

Memfasilitasi perkembangan akademik, karier, personal, dan sosial konseli

Guru BK atau konselor dapat mengembangkan materi, metode dan media pelayanan bidang sosial

35.

Mengimplementasikan program Bimbingan dan Konseling yang komprehensif

Mengelola sarana dan biaya program bimbingan dan konseling

Guru BK atau konselor dapat mengelola sarana program bimbingan dan konseling

36.

Mengimplementasikan program Bimbingan dan Konseling yang komprehensif

Mengelola sarana dan biaya program bimbingan dan konseling

Guru BK atau konselor dapat mengelola biaya program bimbingan dan konseling

37.

Menilai proses dan hasil kegiatan Bimbingan dan Konseling.

Melakukan evaluasi hasil, proses, dan program bimbingan dan konseling

Guru BK atau konselor dapat menguasai evaluasi program bimbingan dan konseling

38.

Menilai proses dan hasil kegiatan Bimbingan dan Konseling.

Melakukan evaluasi hasil, proses, dan program bimbingan dan konseling

Guru BK atau konselor dapat melakukan evaluasi proses pelayanan bimbingan dan konseling

39.

Menilai proses dan hasil kegiatan Bimbingan dan Konseling.

Melakukan evaluasi hasil, proses, dan program bimbingan dan konseling

Guru BK atau konselor dapat melakukan evaluasi hasil layanan bimbingan dan konseling

40.

Menilai proses dan hasil kegiatan Bimbingan dan Konseling.

Melakukan penyesuaian proses pelayanan bimbingan dan konseling.

Guru BK atau konselor menelaah kesesuaian rencana pelaksanaan layanan BK (RPLBK) dengan proses pelayanan bimbingan dan konseling

41.

Menilai proses dan hasil kegiatan Bimbingan dan Konseling.

Menginformasikan hasil pelaksanaan evaluasi pelayanan bimbingan dan konseling kepada pihak terkait

Guru BK atau konselor melaporkan dan menyosialisasikan hasil evaluasi program bimbingan dan konseling kepada pihak terkait

42.

Menilai proses dan hasil kegiatan Bimbingan dan Konseling.

Menggunakan hasil pelaksanaan evaluasi untuk merevisi dan mengembangkan program bimbingan dan konseling

Guru BK atau konselor dapat memanfaatkan hasil evaluasi program untuk merevisi dan mengembangkan program bimbingan dan konseling selanjutnya

43.

Memiliki kesadaran dan komitmen terhadap etika profesional

Memahami dan mengelola kekuatan dan keterbatasan pribadi dan profesional.

Guru BK atau Konselor menelaah kualifikasi akademik dan profesionalitasnya

44.

Memiliki kesadaran dan komitmen terhadap etika profesional

Memahami dan mengelola kekuatan dan keterbatasan pribadi dan profesional.

Guru BK atau Konselor merencanakan pengembangan profesionalitasnya

45.

Memiliki kesadaran dan komitmen terhadap etika profesional

Menyelenggarakan pelayanan sesuai dengan kewenangan dan kode etik profesional konselor

Guru BK atau konselor memahami batas-batas kewenangan dan kode etik profesi

46.

Memiliki kesadaran dan komitmen terhadap etika profesional

Menyelenggarakan pelayanan sesuai dengan kewenangan dan kode etik profesional konselor

Guru BK atau konselor dapat menyelenggarakan pelayanan sesuai dengan kode etik profesi

47.

Memiliki kesadaran dan komitmen terhadap etika profesional

Mempertahankan objektivitas dan menjaga agar tidak larut dengan masalah konseli

Guru BK atau konselor dapat menjaga objektivitas layanannya

 

No.

Kompetensi Inti

Kompetensi Mapel / Keahlian

Indikator Esensial

48.

Memiliki kesadaran dan komitmen terhadap etika profesional

Melaksanakan referal sesuai dengan keperluan

Guru BK atau konselor menyusun rencana dan dasar pertimbangan pelaksanaan referal sesuai dengan keperluan

49.

Memiliki kesadaran dan komitmen terhadap etika profesional

Melaksanakan referal sesuai dengan keperluan

Guru BK atau konselor melaksanakan referral sesuai keperluan

50.

Memiliki kesadaran dan komitmen terhadap etika profesional

Peduli terhadap identitas profesional dan pengembangan profesi

Guru BK atau konselor melaksanakan pengembangan diri untuk meningkan profesionalitas secara berkelanjutan

51.

Memiliki kesadaran dan komitmen terhadap etika profesional

Mendahulukan kepentingan konseli daripada kepentingan pribadi konselor

Guru BK atau konselor dapat mendahulukan kepentingan konseli dan profesinya

52.

Memiliki kesadaran dan komitmen terhadap etika profesional

Menjaga kerahasiaan konseling

Guru BK atau konselor menerapkan asas kerahasiaan dalam layanan BK

53.

Menguasai konsep dan praksis penelitian dalam bimbingan dan konseling

Memahami berbagai jenis dan metode penelitian

Guru BK atau Konselor dapat mengklasifikasikan jenis-jenis dan metode penelitian dalam bimbingan dan konseling

54.

Menguasai konsep dan praksis penelitian dalam bimbingan dan konseling

Memahami berbagai jenis dan metode penelitian

Guru BK atau konselor dapat memilih jenis dan metode penelitian yang sesuai dalam bimbingan dan konseling

55.

Menguasai konsep dan praksis penelitian dalam bimbingan dan konseling

Mampu merancang penelitian bimbingan dan konseling

Mampu merancang penelitian bimbingan dan konseling

56.

Menguasai konsep dan praksis penelitian dalam bimbingan dan konseling

penelitian bimbingan dan konseling

Guru BK atau konselor dapat melaksanakan penelitian bimbingan dan konseling

57.

Menguasai konsep dan praksis penelitian dalam bimbingan dan konseling

penelitian bimbingan dan konseling

Guru BK atau konselor dapat melaporkan penelitian bimbingan dan konseling

58.

Menguasai konsep dan praksis penelitian dalam bimbingan dan konseling

Memanfaatkan hasil penelitian dalam bimbingan dan konseling dengan mengakses jurnal pendidikan dan bimbingan dan konseling

Guru BK atau konselor mampu memanfaatkan hasil penelitian untuk perbaikan dan pengembangan layanan bimbingan dan konseling

59.

Menguasai konsep dan praksis penelitian dalam bimbingan dan konseling

Memanfaatkan hasil penelitian dalam bimbingan dan konseling dengan mengakses jurnal pendidikan dan bimbingan dan konseling

Guru BK atau konselor mampu mempublikasikan hasil penelitian bimbingan dan konseling

 


Print BeritaPrint PDFPDF

Materi Lainnya



Tinggalkan Komentar


Nama *
Email * Tidak akan diterbitkan
Url
Komentar *
security image
 Masukkan kode diatas
 

Ada 0 komentar untuk materi ini