Materi UKG GPO Kisi-Kisi Pretest UKG - Kisi Kisi Pretest UKG BK

Kisi Kisi Pretest UKG BK

Diposting pada: 2017-08-24, oleh : Admin Soal, Kategori: Kisi-Kisi Pretest UKG
Bagikan ke WhatsApp

Kisi Kisi Pretest UKG BK

No deskripsi kompetensi inti deskripsi guru mapel / keahlian deskripsi indikator Jenis
1 Menguasai teori dan praksis pendidikan Menguasai ilmu pendidikan dan landasan keilmuannya Guru BK atau konselor dapat mengaplikasikan ilmu pendidikan dalam pelayanan bimbingan dan konseling pedagogik
2 Menguasai teori dan praksis pendidikan Menguasai ilmu pendidikan dan landasan keilmuannya Guru BK atau konselor dapat mengaplikasikan landasan keilmuan pendidikan dalam pelayanan bimbingan dan konseling pedagogik
3 Menguasai teori dan praksis pendidikan Mengimplementasikan prinsip-prinsip pendidikan dan proses pembelajaran Guru BK atau konselor dapat mengimplementasikan prinsip-prinsip pendidikan dalam pelayanan bimbingan dan konseling pedagogik
4 Menguasai teori dan praksis pendidikan Mengimplementasikan prinsip-prinsip pendidikan dan proses pembelajaran Guru BK atau konselor dapat mengimplementasikan proses pembelajaran  dalam pelayanan bimbingan dan konseling pedagogik
5 Menguasai teori dan praksis pendidikan Menguasai landasan budaya dalam praksis pendidikan Guru BK atau konselor dapat mengaplikasikan landasan budaya dalam layanan bimbingan dan konseling pedagogik
6 Mengaplikasikan perkembangan fisiologis dan psikologis serta perilaku konseli Mengaplikasikan kaidah-kaidah perilaku manusia, perkembangan fisik dan psikologis individu terhadap sasaran pelayanan bimbingan dan konseling dalam upaya pendidikan Guru BK atau konselor dapat mengaplikasikan kaidah-kaidah perilaku manusia terhadap sasaran pelayanan bimbingan dan konseling dalam upaya pendidikan pedagogik
7 Mengaplikasikan perkembangan fisiologis dan psikologis serta perilaku konseli Mengaplikasikan kaidah-kaidah perilaku manusia, perkembangan fisik dan psikologis individu terhadap sasaran pelayanan bimbingan dan konseling dalam upaya pendidikan Guru BK atau konselor dapat mengaplikasikan kaidah-kaidah perkembangan fisik dan psikologis individu terhadap sasaran pelayanan bimbingan dan konseling dalam upaya pendidikan pedagogik
8 Mengaplikasikan perkembangan fisiologis dan psikologis serta perilaku konseli Mengaplikasikan kaidah-kaidah kepribadian, individualitas dan perbedaan konseli terhadap sasaran pelayanan bimbingan dan konseling dalam upaya pendidikan Guru BK atau konselor dapat mengaplikasikan kaidah-kaidah kepribadian konseli terhadap sasaran pelayanan bimbingan dan konseling dalam upaya pendidikan pedagogik
9 Mengaplikasikan perkembangan fisiologis dan psikologis serta perilaku konseli Mengaplikasikan kaidah-kaidah kepribadian, individualitas dan perbedaan konseli terhadap sasaran pelayanan bimbingan dan konseling dalam upaya pendidikan Guru BK atau konselor dapat mengaplikasikan kaidah-kaidah individualitas dan perbedaan konseli terhadap sasaran pelayanan bimbingan dan konseling dalam upaya pendidikan pedagogik
10 Mengaplikasikan perkembangan fisiologis dan psikologis serta perilaku konseli Mengaplikasikan kaidah-kaidah belajar terhadap sasaran pelayanan bimbingan dan konseling dalam upaya pendidikan Guru BK atau konselor dapat mengaplikasikan kaidah-kaidah belajar terhadap sasaran pelayanan bimbingan dan konseling dalam upaya pendidikan pedagogik
11 Mengaplikasikan perkembangan fisiologis dan psikologis serta perilaku konseli Mengaplikasikan kaidah-kaidah keberbakatan terhadap sasaran pelayanan bimbingan dan konseling dalam upaya pendidikan Guru BK atau konselor dapat mengaplikasikan kaidah-kaidah keberbakatan terhadap sasaran pelayanan bimbingan dan konseling dalam upaya pendidikan pedagogik
12 Mengaplikasikan perkembangan fisiologis dan psikologis serta perilaku konseli Mengaplikasikan kaidah-kaidah kesehatan mental terhadap sasaran pelayanan bimbingan dan konseling dalam upaya pendidikan Guru BK atau konselor dapat mengaplikasikan kaidah-kaidah kesehatan mental terhadap sasaran pelayanan bimbingan dan konseling dalam upaya pendidikan pedagogik
13 Menguasai esensi pelayanan bimbingan dan konseling dalam jalur, jenis, dan jenjang satuan pendidikan Menguasai esensi bimbingan dan konseling pada satuan jalur pendidikan formal, nonformal dan informal Guru BK atau konselor dapat menerapkan esensi bimbingan dan konseling pada satuan jalur pendidikan formal pedagogik
14 Menguasai esensi pelayanan bimbingan dan konseling dalam jalur, jenis, dan jenjang satuan pendidikan Menguasai esensi bimbingan dan konseling pada satuan jalur pendidikan formal, nonformal dan informal Guru BK atau konselor dapat menerapkan esensi bimbingan dan konseling pada satuan jalur pendidikan nonformal pedagogik
15 Menguasai esensi pelayanan bimbingan dan konseling dalam jalur, jenis, dan jenjang satuan pendidikan Menguasai esensi bimbingan dan konseling pada satuan jalur pendidikan formal, nonformal dan informal Guru BK atau konselor dapat menerapkan esensi bimbingan dan konseling pada jalur pendidikan informal pedagogik
16 Menguasai esensi pelayanan bimbingan dan konseling dalam jalur, jenis, dan jenjang satuan pendidikan Menguasai  esensi bimbingan dan konseling pada satuan jenis pendidikan umum, kejuruan, keagamaan dan khusus Guru BK atau konselor dapat menerapkan esensi bimbingan dan konseling pada satuan jenis pendidikan umum pedagogik
17 Menguasai esensi pelayanan bimbingan dan konseling dalam jalur, jenis, dan jenjang satuan pendidikan Menguasai  esensi bimbingan dan konseling pada satuan jenis pendidikan umum, kejuruan, keagamaan dan khusus Guru BK atau konselor dapat menerapkan esensi bimbingan dan konseling pada satuan jenis pendidikan kejuruan pedagogik
18 Menguasai esensi pelayanan bimbingan dan konseling dalam jalur, jenis, dan jenjang satuan pendidikan Menguasai esensi bimbingan dan konseling pada satuan jenjang pendidikan usia dini, dasar dan menengah serta tinggi Guru BK atau konselor dapat menganalisis esensi bimbingan dan konseling pada satuan jenjang pendidikan dasar pedagogik
19 Menguasai esensi pelayanan bimbingan dan konseling dalam jalur, jenis, dan jenjang satuan pendidikan Menguasai esensi bimbingan dan konseling pada satuan jenjang pendidikan usia dini, dasar dan menengah serta tinggi Guru BK atau konselor dapat menganalisis esensi bimbingan dan konseling pada satuan jenjang pendidikan menengah pedagogik
20 Menguasai konsep dan praksis asesmen untuk memahami kondisi, kebutuhan, dan masalah konseli Menguasai hakikat asesmen Guru BK atau Konselor dapat mendeskripsikan hakikat asesmen dalam bimbingan dan konseling profesional
21 Menguasai konsep dan praksis asesmen untuk memahami kondisi, kebutuhan, dan masalah konseli Memilih teknik asesmen, sesuai dengan kebutuhan pelayanan bimbingan dan konseling Guru BK atau konselor dapat menjelaskan berbagai teknik asesmen dalam pelayanan bimbingan dan konseling profesional
22 Menguasai konsep dan praksis asesmen untuk memahami kondisi, kebutuhan, dan masalah konseli Memilih teknik asesmen, sesuai dengan kebutuhan pelayanan bimbingan dan konseling Guru BK atau konselor dapat memilih teknik asesmen sesuai dengan kebutuhan pelayanan bimbingan dan konseling profesional
23 Menguasai konsep dan praksis asesmen untuk memahami kondisi, kebutuhan, dan masalah konseli Menyusun dan mengembangkan instrumen asesmen untuk keperluan bimbingan dan konseling Guru BK atau konselor dapat menerapkan prosedur penyusunan dan pengembangan instrumen asesmen untuk keperluan bimbingan dan konseling profesional
24 Menguasai konsep dan praksis asesmen untuk memahami kondisi, kebutuhan, dan masalah konseli Menyusun dan mengembangkan instrumen asesmen untuk keperluan bimbingan dan konseling Guru BK atau konselor terampil menyusun dan mengembangkan instrumen asesmen untuk keperluan bimbingan dan konseling profesional
25 Menguasai konsep dan praksis asesmen untuk memahami kondisi, kebutuhan, dan masalah konseli Mengadministrasikan asesmen untuk mengungkapkan masalah-masalah konseli. Guru BK atau konselor dapat mengadministrasikan asesmen untuk mengungkapkan masalah-masalah konseli. profesional
26 Menguasai konsep dan praksis asesmen untuk memahami kondisi, kebutuhan, dan masalah konseli Memilih dan mengadministrasikan teknik asesmen pengungkapan kemampuan dasar dan kecenderungan pribadi konseli. Guru BK atau konselor dapat memilih teknik asesmen pengungkapan kemampuan dasar dan kecenderungan pribadi konseli. profesional
27 Menguasai konsep dan praksis asesmen untuk memahami kondisi, kebutuhan, dan masalah konseli Memilih dan mengadministrasikan teknik asesmen pengungkapan kemampuan dasar dan kecenderungan pribadi konseli. Guru BK atau konselor dapat mengadministrasikan hasil asesmen pengungkapan kemampuan dasar dan kecenderungan pribadi konseli. profesional
28 Menguasai konsep dan praksis asesmen untuk memahami kondisi, kebutuhan, dan masalah konseli Memilih dan mengadministrasikan instrumen untuk mengungkapkan kondisi aktual konseli berkaitan dengan lingkungan Guru BK atau konselor dapat memilih instrumen untuk mengungkapkan kondisi aktual konseli berkaitan dengan lingkungan profesional
29 Menguasai konsep dan praksis asesmen untuk memahami kondisi, kebutuhan, dan masalah konseli Memilih dan mengadministrasikan instrumen untuk mengungkapkan kondisi aktual konseli berkaitan dengan lingkungan Guru BK atau konselor dapat mengadministrasikan instrumen untuk mengungkapkan kondisi aktual konseli berkaitan dengan lingkungan profesional
30 Menguasai konsep dan praksis asesmen untuk memahami kondisi, kebutuhan, dan masalah konseli Mengakses data dokumentasi tentang konseli dalam pelayanan bimbingan dan konseling Guru BK atau konselor dapat mengakses data dokumentasi tentang konseli dalam pelayanan bimbingan dan konseling profesional
31 Menguasai konsep dan praksis asesmen untuk memahami kondisi, kebutuhan, dan masalah konseli Menggunakan hasil asesmen dalam pelayanan bimbingan dan konseling dengan tepat Guru BK atau konselor dapat menggunakan hasil asesmen dalam pelayanan bimbingan dan konseling dengan tepat profesional
32 Menguasai konsep dan praksis asesmen untuk memahami kondisi, kebutuhan, dan masalah konseli Menampilkan tanggung jawab profesional dalam praktik asesmen Guru BK atau konselor dapat menampilkan tanggung jawab profesional dalam praktik asesmen profesional
33 Menguasai kerangka teoretik dan praksis bimbingan dan konseling Mengaplikasikan hakikat pelayanan bimbingan dan konseling. Guru BK atau konselor dapat mengaplikasikan hakikat pelayanan bimbingan dan konseling. profesional
34 Menguasai kerangka teoretik dan praksis bimbingan dan konseling Mengaplikasikan arah profesi bimbingan dan konseling. Guru BK atau konselor dapat mengaplikasikan arah profesi bimbingan dan konseling. profesional
35 Menguasai kerangka teoretik dan praksis bimbingan dan konseling Mengaplikasikan dasar-dasar pelayanan bimbingan dan konseling. Guru BK atau konselor dapat mengaplikasikan dasar-dasar pelayanan bimbingan dan konseling. profesional
36 Menguasai kerangka teoretik dan praksis bimbingan dan konseling Mengaplikasikan pelayanan bimbingan dan konseling sesuai kondisi dan tuntutan wilayah kerja. Guru BK atau konselor dapat mengaplikasikan pelayanan bimbingan dan konseling sesuai kondisi dan tuntutan wilayah kerja. profesional
37 Menguasai kerangka teoretik dan praksis bimbingan dan konseling Mengaplikasikan pendekatan/model/jenis pelayanan dan kegiatan pendukung bimbingan dan konseling. Guru BK atau konselor dapat mengaplikasikan pendekatan /model bimbingan dan konseling. profesional
38 Menguasai kerangka teoretik dan praksis bimbingan dan konseling Mengaplikasikan pendekatan/model/jenis pelayanan dan kegiatan pendukung bimbingan dan konseling. Guru BK atau konselor dapat mengaplikasikan berbagai layanan bimbingan dan konseling. profesional
39 Menguasai kerangka teoretik dan praksis bimbingan dan konseling Mengaplikasikan pendekatan/model/jenis pelayanan dan kegiatan pendukung bimbingan dan konseling. Guru BK atau konselor dapat mengaplikasikan kegiatan pendukung bimbingan dan konseling. profesional
40 Menguasai kerangka teoretik dan praksis bimbingan dan konseling Mengaplikasikan dalam praktik format pelayanan bimbingan dan konseling. Guru BK atau konselor dapat mengaplikasikan pelayanan bimbingan dan konseling.  format individual. profesional
41 Menguasai kerangka teoretik dan praksis bimbingan dan konseling Mengaplikasikan dalam praktik format pelayanan bimbingan dan konseling. Guru BK atau konselor dapat mengaplikasikan pelayanan bimbingan dan konseling. format kelompok. profesional
42 Menguasai kerangka teoretik dan praksis bimbingan dan konseling Mengaplikasikan dalam praktik format pelayanan bimbingan dan konseling. Guru BK atau konselor dapat mengaplikasikan pelayanan bimbingan dan konseling. format klasikal profesional
43 Merancang program Bimbingan dan Konseling Menganalisis kebutuhan konseli Guru BK atau konselor dapat menganalisis kebutuhan konseli profesional
44 Merancang program Bimbingan dan Konseling Menyusun program bimbingan dan konseling yang berkelanjutan berdasar kebutuhan peserta didik secara komprehensif dengan pendekatan perkembangan Guru BK atau konselor dapat menyusun program bimbingan dan konseling yang berkelanjutan berdasar kebutuhan peserta didik secara komprehensif dengan pendekatan perkembangan profesional
45 Merancang program Bimbingan dan Konseling Menyusun rencana pelaksanaan program bimbingan dan konseling Guru BK atau konselor dapat menyusun rencana pelaksanaan program bimbingan dan konseling profesional
46 Merancang program Bimbingan dan Konseling Merencanakan sarana dan biaya penyelenggaraan program bimbingan dan konseling Guru BK atau konselor dapat merencanakan sarana penyelenggaraan program bimbingan dan konseling profesional
47 Merancang program Bimbingan dan Konseling Merencanakan sarana dan biaya penyelenggaraan program bimbingan dan konseling Guru BK atau konselor dapat merencanakan biaya penyelenggaraan program bimbingan dan konseling profesional
48 Mengimple-mentasikan program Bimbingan dan Konseling yang komprehensif Melaksanakan program bimbingan dan konseling. Guru BK atau konselor dapat melaksanakan program bimbingan dan konseling. profesional
49 Mengimple-mentasikan program Bimbingan dan Konseling yang komprehensif Melaksanakan pendekatan kolaboratif dalam pelayanan bimbingan dan konseling. Guru BK atau konselor dapat melaksanakan pendekatan kolaboratif dalam pelayanan bimbingan dan konseling. profesional
50 Mengimple-mentasikan program Bimbingan dan Konseling yang komprehensif Memfasilitasi perkembangan akademik, karier, personal, dan sosial konseli Guru BK atau konselor dapat memfasilitasi perkembangan akademik konseli profesional
51 Mengimple-mentasikan program Bimbingan dan Konseling yang komprehensif Memfasilitasi perkembangan akademik, karier, personal, dan sosial konseli Guru BK atau konselor dapat memfasilitasi perkembangan karier konseli profesional
52 Mengimple-mentasikan program Bimbingan dan Konseling yang komprehensif Memfasilitasi perkembangan akademik, karier, personal, dan sosial konseli Guru BK atau konselor dapat memfasilitasi perkembangan personal konseli profesional
53 Mengimple-mentasikan program Bimbingan dan Konseling yang komprehensif Memfasilitasi perkembangan akademik, karier, personal, dan sosial konseli Guru BK atau konselor dapat memfasilitasi perkembangan  sosial konseli profesional
54 Mengimple-mentasikan program Bimbingan dan Konseling yang komprehensif Mengelola sarana dan biaya  program bimbingan dan konseling Guru BK atau konselor dapat mengelola sarana program bimbingan dan konseling profesional
55 Mengimple-mentasikan program Bimbingan dan Konseling yang komprehensif Mengelola sarana dan biaya  program bimbingan dan konseling Guru BK atau konselor dapat mengelola biaya  program bimbingan dan konseling profesional
56 Menilai proses dan hasil kegiatan Bimbingan dan Konseling. Melakukan evaluasi hasil, proses, dan program bimbingan dan konseling Guru BK atau konselor dapat melakukan evaluasi hasil pelayanan bimbingan dan konseling profesional
57 Menilai proses dan hasil kegiatan Bimbingan dan Konseling. Melakukan evaluasi hasil, proses, dan program bimbingan dan konseling Guru BK atau konselor dapat melakukan evaluasi proses pelayanan bimbingan dan konseling profesional
58 Menilai proses dan hasil kegiatan Bimbingan dan Konseling. Melakukan evaluasi hasil, proses, dan program bimbingan dan konseling Guru BK atau konselor dapat melakukan evaluasi program bimbingan dan konseling profesional
59 Menilai proses dan hasil kegiatan Bimbingan dan Konseling. Melakukan penyesuaian proses pelayanan bimbingan dan konseling. Guru BK atau konselor dapat melakukan penyesuaian proses pelayanan bimbingan dan konseling. profesional
60 Menilai proses dan hasil kegiatan Bimbingan dan Konseling. Menginformasikan hasil pelaksanaan evaluasi pelayanan bimbingan dan konseling kepada pihak terkait Guru BK atau konselor dapat menginformasikan hasil pelaksanaan evaluasi pelayanan bimbingan dan konseling kepada pihak terkait profesional
61 Menilai proses dan hasil kegiatan Bimbingan dan Konseling. Menggunakan hasil pelaksanaan evaluasi untuk merevisi dan mengembangkan program bimbingan dan konseling Guru BK atau konselor dapat menggunakan hasil pelaksanaan evaluasi untuk merevisi dan mengembangkan program bimbingan dan konseling profesional
62 Memiliki kesadaran dan komitmen terhadap etika profesional Memahami dan mengelola kekuatan dan keterbatasan pribadi dan profesional. Guru BK atau konselor dapat mengelola kekuatan pribadi dan profesional. profesional
63 Memiliki kesadaran dan komitmen terhadap etika profesional Memahami dan mengelola kekuatan dan keterbatasan pribadi dan profesional. Guru BK atau konselor dapat mengelola keterbatasan pribadi dan profesional. profesional
64 Memiliki kesadaran dan komitmen terhadap etika profesional Menyelenggarakan pelayanan sesuai dengan kewenangan dan kode etik profesional konselor Guru BK atau konselor dapat menyelenggarakan pelayanan sesuai dengan kewenangan profesional konselor profesional
65 Memiliki kesadaran dan komitmen terhadap etika profesional Menyelenggarakan pelayanan sesuai dengan kewenangan dan kode etik profesional konselor Guru BK atau konselor dapat menyelenggarakan pelayanan sesuai dengan kode etik profesional konselor profesional
66 Memiliki kesadaran dan komitmen terhadap etika profesional Mempertahankan objektivitas dan menjaga agar tidak larut  dengan masalah konseli. Guru BK atau konselor dapat mempertahankan objektivitas dalam melihat masalah konseli. profesional
67 Memiliki kesadaran dan komitmen terhadap etika profesional Mempertahankan objektivitas dan menjaga agar tidak larut  dengan masalah konseli. Guru BK atau konselor dapat menjaga agar tidak larut  dengan masalah konseli. profesional
68 Memiliki kesadaran dan komitmen terhadap etika profesional Melaksanakan referal sesuai dengan keperluan Guru BK atau konselor dapat mengaplikasikan prosedur referral profesional
69 Memiliki kesadaran dan komitmen terhadap etika profesional Melaksanakan referal sesuai dengan keperluan Guru BK atau konselor dapat melaksanakan referal sesuai dengan keperluan profesional
70 Memiliki kesadaran dan komitmen terhadap etika profesional Peduli terhadap identitas profesional dan pengembangan profesi Guru BK atau konselor peduli terhadap identitas profesional profesional
71 Memiliki kesadaran dan komitmen terhadap etika profesional Peduli terhadap identitas profesional dan pengembangan profesi Guru BK atau konselor peduli terhadap pengembangan profesi profesional
72 Memiliki kesadaran dan komitmen terhadap etika profesional Mendahulukan kepentingan konseli daripada kepentingan pribadi konselor Guru BK atau konselor mendahulukan kepentingan konseli daripada kepentingan pribadi konselor profesional
73 Memiliki kesadaran dan komitmen terhadap etika profesional Menjaga kerahasiaan konseli Guru BK atau konselor menjaga kerahasiaan konseli profesional
74 Menguasai konsep dan praksis penelitian  dalam bimbingan dan konseling Memahami berbagai jenis dan metode penelitian Guru BK atau Konselor dapat menjelaskan konsep dasar penelitian profesional
75 Menguasai konsep dan praksis penelitian  dalam bimbingan dan konseling Memahami berbagai jenis dan metode penelitian Guru BK atau konselor dapat mendeskripsikan jenis-jenis penelitian profesional
76 Menguasai konsep dan praksis penelitian  dalam bimbingan dan konseling Memahami berbagai jenis dan metode penelitian Guru BK atau konselor dapat mendeskripsikan berbagai metode penelitian profesional
77 Menguasai konsep dan praksis penelitian  dalam bimbingan dan konseling Mampu merancang penelitian  bimbingan dan konseling Guru BK atau konselor dapat merancang penelitian  bimbingan dan konseling profesional
78 Menguasai konsep dan praksis penelitian  dalam bimbingan dan konseling Melaksaanakan penelitian bimbingan dan konseling Guru BK atau konselor dapat melaksanakan penelitian bimbingan dan konseling profesional
79 Menguasai konsep dan praksis penelitian  dalam bimbingan dan konseling Melaksaanakan penelitian bimbingan dan konseling Guru BK atau konselor dapat melaporkan penelitian bimbingan dan konseling profesional
80 Menguasai konsep dan praksis penelitian  dalam bimbingan dan konseling Memanfaatkan hasil penelitian  dalam bimbingan dan konseling dengan mengakses jurnal pendidikan dan bimbingan dan konseling Guru BK atau konselor dapat memanfaatkan hasil penelitian  dalam bimbingan dan konseling dengan mengakses jurnal pendidikan dan bimbingan dan konseling profesional


Print BeritaPrint PDFPDF

Tulisan Terkait

Kisi Kisi Pretest UKG Seni Budaya Seni Teater SMP

Kisi Kisi Pretest UKG Seni Budaya Seni Teater SMP

Kisi Kisi Pretest UKG Seni Budaya Seni Teater SMP No. deskripsi kompetensi inti deskripsi guru mapel / keahlian deskripsi indikator Jenis 1...Baca selengkapnya...

Modul PPG PLB TUNARUNGU

Modul PPG PLB TUNARUNGU

Berikut Modul/Materi PPG untuk Pendidikan Luar Biasa Tunarungu 1. Konsep dan karakteristik Anak Tunarungu, download 2. Identifikasi dan Asesmen Anak Tunarungu, download 3. Pembelajaran Anak T...Baca selengkapnya...

Kisi Kisi PPG Seni Budaya

Kisi Kisi PPG Seni Budaya

KISI-KISI SOAL UJIAN PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI GURU (PPG) Mapel / Keahlian : Seni Budaya No. Kompetensi Inti Kompetensi Mapel / Keahlian ...Baca selengkapnya...

Latihan Soal PPG Tunadaksa

Latihan Soal PPG Tunadaksa

Berikut Latihan Soal PPG Tunadaksa 1. Kekakuan otot pada seluruh tubuh sehingga anggota gerak tubuh sulit untuk dibengkokkan disebut... a. Ataxia b. Cerebral palsy c. Kram otot d. Rigid e. Ath...Baca selengkapnya...

Kisi Kisi PPG Guru Kelas TK

Kisi Kisi PPG Guru Kelas TK

KISI-KISI SOAL UJIAN PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI GURU (PPG) Mapel / Keahlian : Guru Kelas TK No. Kompetensi Inti Kompetensi Mapel / Keahlian ...Baca selengkapnya...



Tinggalkan Komentar


Nama *
Email * Tidak akan diterbitkan
Url
Komentar *
security image
 Masukkan kode diatas
 

Ada 0 komentar untuk materi ini

Soal Terbaru

Soal Pretest PPG Pedagogik Penjaskes SMK MAK

Soal Pretest PPG Pedagogik Penjaskes SMK MAK

Latihan Soal Pretes PPG Pedagogik Penjaskes SMK MAK ...Baca selengkapnya...
Soal Pretes PPG Profesional Penjaskes SMA MA

Soal Pretes PPG Profesional Penjaskes SMA MA

Latihan Soal Pretes PPG Profesional Penjaskes SMA MA ...Baca selengkapnya...
Soal Pretes PPG Profesional Penjaskes SMP

Soal Pretes PPG Profesional Penjaskes SMP

Latihan Soal Pretes PPG Profesional Penjaskes SMP ...Baca selengkapnya...
Soal Pretest PPG Pedagogik Akuntansi SMA MA

Soal Pretest PPG Pedagogik Akuntansi SMA MA

Latihan Soal Pretes PPG Pedagogik Akuntansi SMA MA ...Baca selengkapnya...
Soal Pretest PPG Pedagogik Sejarah SMA MA

Soal Pretest PPG Pedagogik Sejarah SMA MA

Latihan Soal Pretes PPG Pedagogik Sejarah SMA MA ...Baca selengkapnya...