Pembahasan Soal - Pembahasan Soal UP PPG Penjas

Pembahasan Soal UP PPG Penjas

Diposting pada: 2019-05-23, oleh : Admin Soal, Kategori: Pembahasan Soal
Bagikan ke WhatsApp

Berikut Pembahasan Soal UP PPG Penjas,

Guru menerapkan aturan disiplin kelas, peserta didik yang terlambat lebih dari lima menit dihukum lari keliling lapangan sepakbola sebanyak 4 kali. Pengelolaan kelas ini menggunakan pendekatan:
A. Otoriter
B. Permisif
C. Modifi kasi tinngkah laku
D. Kelompok
E. Individual

Kunci: A
Pembahasan :
Pengelolaan kelas (classroom management) berdasarkan pendekatannya menurut weber (1977) diklasifi kasikan kedalam tiga pengertian, yaitu berdasarkan pendekatan otoriter (autorityapproach), pendekatan permisif (permissive approach) dan pendekatan modifi kasi tinngkah laku. Berikut dijelaskan pengertian masing-masing pendekartan tersebut,
Pertama, berdasarkan pendekatan otoriter (authority approach) pengelolaan kelas adalah kegiatan guru untuk mengontrol tinngkah laku siswa, guru berperan menciptakan dan memelihara aturan kelas melalui penerapan disiplin secara ketat (weber)
Kedua, pendekatan permisif mengartikan pengelolaan kelas adalah upaya yang dilakukan oleh guru untuk memberi kebebasan kepada siswa untuk melakukan berbagai ak􀆟 fi tas sesuai dengan yang mereka inginkan. Dan fungsi guru adalah bagaimana menciptakan kondisi siswa merasa aman untuk melakukan aktifitas di dalam kelas.
ketiga, pendekatan modifi kasi tinngkah laku. Pendekatan ini didasarkan pada pengelolaan kelas merupakan proses perubahan tinngkah laku, jadi pengelolaan kelas merupakan upaya untuk mengembangkan dan memfasilitasi perubahan prilku yang bersifat positif dari siswa dan dan berusaha semaksimal mungkin mencegah munculnya atau memperbaiki prilaku negatif yang dilakukan oleh siswa.
Adapun macam-macam pendekatan-pendekatan lainya:
1. Pendekatan Kekuasaan
Pendekatan kekuasaan seperti yang diuraikan oleh Djamarah (2006 : 179) guru menciptakan dan mem pertahankan situasi disiplin dalam kelas. Kedisiplinan adalah kekuatan yang menuntut murid un tuk mentaatinya. Di dalam kelas ada kekuasaan dan norma yang mengikat untuk ditaati anggota kelas.

2. Pendekatan Pengajaran
Pendekatan pengajaran, pendekatan ini didasarkan atas suatu anggapan bahwa dalam perencanaan dan pelaksanaannya akan mencegah munculnya masalah tinngkah laku murid dan memecahkan masalah itu bila tidak bisa dicegah.

3. Pendekatan Kerja Kelompok
Pendekatan kerja kelompok, dalam pendekatan ini guru menciptakan kondisi – kondisi yang memungkinkan kelompok yang produktif, selain itu guru juga harus dapat menjaga kondisi itu agar tetap baik.

4. Pendekatan elektis atau pluralistic
ketiga pendekatan tersebut oleh guru digabungkan digunakan untuk mengelola kelas. Sehingga tercipta pendekatan elektis atau pluralistic. Menurut Djamarah, Pendekatan elektis yaitu guru kelas memilih berbagai pendekatan tersebut berdasarkan situasi yang dihadapi dalam suatu situasi mungkin dipergunakan salah satu dan dalam situasi yang lain mungkin mengkombinasikan ketiga pendekatan tersebut.
Pendekatan elektis (electic approach) ini menekankan pada potensialitas, kreatifitas, dan inisia􀆟 f wali atau guru kelas dalam memilih berbagai pendekatan tersebut berdasarkan situasi yang dihadapinya. Penggunaan pendekatan itu dalam suatu situasi mungkin dipergunakan salah satu dan dalam situasi lain mungkin harus mengkombinasikan dan atau ketiga pendekatan tersebut. Pendekatan elektis disebut juga pendekatan pluralistik, yaitu pengelolaan kelas yang berusaha menggunakan berbagai macam pendekatan yang memiliki potensi untuk dapat menciptakan dan mempertahankan suatu kondisi memungkinkan proses belajar mengajar berjalan efektif dan efi sien. Guru memilih dan menggabungkan secara bebas pendekatan tersebut sesuai dengan kemampuan dan selama maksud dan penggunaannnya untuk pengelolaan kelas disini adalah suatu set (rumpun) kegiatan guru untuk menciptakan dan mempertahankan kondisi kelas yang memberi kemungkinan proses belajar mengajar berjalan secara efektif dan efi sien.

Selain ketiga pendekatan yang disebutkan diatas menurut pendapat lain ada yang mengatakan adanya pendekatan ancaman, pendekaran resep, pendekatan perubahan tinngkah laku, pendekatan kebebasan, dan Pendekatan sosio-emosional

5. Pendekatan Ancaman
Dari pendekatan ancaman atau intimidasi ini, pengelolaan kelas adalah juga sebagai suatu proses untuk mengontrol tinngkah laku anak didik. Tetapi dalam mengontrol tinngkah laku anak didik dilakukan dengan cara memberi ancaman, misalnya melarang, ejekan, sindiran, dan memaksa.

6. Pendekatan Resep
Pendekatan resep (cook book) ini dilakukan dengan memberi satu daftar yang dapat menggambarkan apa yang harus dan apa yang tidak boleh dikerjakan oleh guru dalam mereaksi semua masalah atau situasi yang terjadi di kelas. Dalam daftar itu digambarkan tahap demi tahap apa yang harus dikerjakan oleh guru. Peranan guru hanyalah mengikuti petunjuk seperti yang tertulis dalam resep

7. Pendekatan Perubahan Tingkah Laku
Sesuai dengan namanya, pengelolaan kelas diartikan sebagai suatu proses untuk mengubah tinngkah laku anak didik. Peranan guru adalah mengembangkan tinngkah laku anak didik yang baik, dan mencegah tinngkah laku yang kurang baik. Pendekatan berdasarkan perubahan tinngkah laku (behavior modification approach) ini bertolak dari sudut pandangan psikologi behavioral. Program atau kegiatan yang yang mengakibatkan timbulnya tinngkah laku yang kurang baik, harus diusahakan menghindarinya sebagai penguatan negatif yang pada suatu saat akan hilang dari tinngkah laku murid atau guru yang menjadi anggota kelasnya. Untuk itu, menurut pendekatan tinngkah laku yang baik atau positif harus dirangsang dengan memberikan pujian atau hadiah yang menimbulkan perasaan senang atau puas. Sebaliknya, tinngkah laku yang kurang baik dalam melaksanakan program kelas diberi sanksi atau hukuman yang akan menimbulkan perasaan tidak puas dan pada gilirannya tinngkah laku tersebut akan dihindari.

8. Pendekatan Kebebasan
Pengelolaan diartikan secara suatu proses untuk membantu anak didik agar merasa bebas untuk mengerjakan sesuatu kapan saja dan dimana saja. Peranan guru adalah mengusahakan semaksimal mungkin kebebasan anak didik.

9. Pendekatan Sosio-Emosional
Pendekatan sosio-emosional akan tercapai secarta maksimal apabila hubungan antar pribadi yang baik berkembang di dalam kelas. Hubungan tersebut meliputi hubungan antara guru dan murid serta hubungan antar murid. Didalam hal ini guru merupakan kunci pengembangan hubungan tersebut. Oleh karena itu seharusnya guru mengembangkan iklim kelas yang baik melalui pemeliharaan hubungan antar pribadi di kelas. Untuk terrciptanya hubungan guru dengan murid yang positif, sikap mengerti dan sikap ngayomi atau sikap melindungi.
Dalam hal ini, Carl A. Rogers mengemukakan pentingnya sikap tulus dari guru (realness, genuiness, congruence); menerima dan menghargai peserta didik sebagai manusia (acceptance, prizing, caring, trust) dan mengerti dari sudut pandangan peserta didik sendiri (emphatic understanding).


Print BeritaPrint PDFPDF

Tulisan Lainnya

Soal dan Materi Pengayaan Sejarah

Soal dan Materi Pengayaan Sejarah

Berikut Soal dan Materi Pengayaan Sejarah, 1. Jalur migrasi nenek moyang Bangsa Indonesia yang benar ditunjukkan oleh pernyataan berikut, A. Jalur barat dari Yunan melalui selat Malaka masuk ke Su...Baca selengkapnya...

Pembahasan Soal PPG IPA SMP

Pembahasan Soal PPG IPA SMP

Berikut Pembahasan Soal PPG IPA untuk Jenjang SMP Kompetensi Capaian Pembelajaran Indikator Pedagogik Merencanakan p...Baca selengkapnya...

Soal dan Materi Pengayaan IPA

Soal dan Materi Pengayaan IPA

Berikut Soal dan Materi Pengayaan IPA, Bu Ana mendapati, bahwa siswa-siswanya memiliki gaya belajar kinestetik-badani (body kinesthetic). Bu Ana hendak melakukan pembelajaran tekanan pada zat. Pemb...Baca selengkapnya...

Soal dan Materi Pengayaan PPKN

Soal dan Materi Pengayaan PPKN

Berikut Soal dan Materi Pengayaan PPKN, 1. Kurikulum mata pelajaran PPKn memuat tentang pengetahuan kewarganegaraan (civic knowledge), keterampilan kewarganegaraan (civic skills), dan karakter kewa...Baca selengkapnya...

Materi Pengayaan SKI

Materi Pengayaan SKI

Berikut Materi Pengayaan SKI 1. Pelaut-pelaut Makassar adalah yang pertama kali melakukan kontak dengan bangsa asli Australia yaitu Aborigin. Mereka mendarat di Australia bagian utara sekitar tahun...Baca selengkapnya...



Tinggalkan Komentar


Nama *
Email * Tidak akan diterbitkan
Url
Komentar *
security image
 Masukkan kode diatas
 

Ada 0 komentar untuk soal ini

Soal Terbaru

Soal Pretest PPG Pedagogik Penjaskes SMK MAK

Soal Pretest PPG Pedagogik Penjaskes SMK MAK

Latihan Soal Pretes PPG Pedagogik Penjaskes SMK MAK ...Baca selengkapnya...
Soal Pretes PPG Profesional Penjaskes SMA MA

Soal Pretes PPG Profesional Penjaskes SMA MA

Latihan Soal Pretes PPG Profesional Penjaskes SMA MA ...Baca selengkapnya...
Soal Pretes PPG Profesional Penjaskes SMP

Soal Pretes PPG Profesional Penjaskes SMP

Latihan Soal Pretes PPG Profesional Penjaskes SMP ...Baca selengkapnya...
Soal Pretest PPG Pedagogik Akuntansi SMA MA

Soal Pretest PPG Pedagogik Akuntansi SMA MA

Latihan Soal Pretes PPG Pedagogik Akuntansi SMA MA ...Baca selengkapnya...
Soal Pretest PPG Pedagogik Sejarah SMA MA

Soal Pretest PPG Pedagogik Sejarah SMA MA

Latihan Soal Pretes PPG Pedagogik Sejarah SMA MA ...Baca selengkapnya...